Selasa, 31 Januari 2012

Kecantikan Air Terjun Niagara di Malam Hari, LUAR BIASA! (kereeennn )








( mantepp (manteppp)
Kecantikan Air Terjun Niagara di Malam Hari, LUAR BIASA!
     Setiap malam dari bulan Januari sampai April, dan bulan Mei sampai Desember (hingga jam 10 malam), air terjun Niagara akan bercahaya dengan efek sinar yang spektakuler, dan pastinya menarik perhatian banyak orang!
Tahu dong air terjun Niagara yang merupakan air terjun terbesar yang berada di Ontario, NY, AS. Hem, betapa indahnya dan merupakan keajaiban dunia yang menakjubkan banyak mata.

     Kalau liat foto ini, semua akan setuju kalau air terjun Niagara terlihat sangat cantik banget. Kecantikannya bertambah karena setiap malam dari bulan Januari sampai April, dan bulan Mei sampai Desember (hingga jam 10 malam), air terjun Niagara akan bercahaya dengan efek sinar yang spektakuler, dan pastinya menarik perhatian banyak orang!

Sistem pencahayaan di air terjun Niagara ini menggunakan cahaya Bengal (Bengal lights), yaitu cahaya berwarna biru terang yang biasa digunakan sebagai sinyal syarat dan pencahayaan pada saat pesta kembang api.

       Cahaya Bengal ini ternyata memproduksi bahan belerang, sendawa, dan orpiment yang akan bereaksi dan menciptakan cahaya berwarna biru. Dan hasilnya, air terjun Niagara terlihat stunning dan dramatis banget di bawah sinar bulan.

        Sebetulnya pencahayaan di air terjun Niagara udah dimulai sejak tahun 1860, ketika menyambut kunjungan Prince of Whales. Dan di tanggal 4 Juli 1879 air terjun Niagara bersinar berkat sistem hidroelektrik, untuk menyambut kedatangan gubernur Kanada saat itu. Dan, pada akhir tahun 90-an mulailah 250 juta cahaya xenon 'candle power' dipasangkan di air terjun, untuk menambah pencahayaan yang lebih megah.

        Maka semenjak itu, dikabarkan 25-30 juta orang datang mengunjungi air terjun Niagara setiap tahunnya untuk menyaksikan cantiknya air terjun Niagara! Ehem, sepertinya wajib merencanakan liburan ke sana untuk melihat kecantikan air terjun Niagara ini. (zeth)

uesday, November 20, 2007

The Kite Runner 


Penulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Pangestuningsih
Penerbit: Qanita, Cetakan II: April 2006 (Cetakan I: Maret 2006)

Kita tak akan pernah bisa mengubur masa lalu. Terlebih pada masa lalu yang menerbitkan rasa bersalah. Rasa bersalah dan penyesalan inilah yang terus menghantui Amir dan memberinya insomnia. Yang menjadikan layang-layang baginya memiliki arti tersendiri. Yang membawa ingatannya pada teman-pelayan masa kecil--Hassan, pada ayahnya--yang dipanggil dengan Baba--, pada Kabul, Afghanistan. Dan terutama pada peristiwa yang menimpa Hassan. Sesudah Hassan berkata, "Untukmu, keseribu kalinya!"

Adakah kesempatan untuk menebus rasa bersalah itu? Untunglah ada, dengan adanya panggilan telfon dari Rahim Khan--sahabat Baba, yang tinggal di Pakistan. Dan ternyata, dalam perjalanan ke Pakistan dan kemudian ke Afghanistan, Amir mendapatkan kebenaran baru lainnya.

Amir yang terlahir dari etnis Pashtun, memiliki segudang keberuntungan yang tidak dimiliki etnis Hazara, yaitu etnis asal Hassan. Masalah yang timbul akibat perbedaan etnis sudah terasakan sejak anak-anak masih kecil. Hassan digambarkan selalu berbuat baik dan membela Amir. Sedangkan Amir kecil digambarkan menggapai-gapai cinta Baba, membalas kebaikan Hassan dengan kejahilan, dan Amir bersifat pengecut. Amir bahkan melakukan tindakan tidak terpuji yang pada akhirnya membuat Ali-ayah Hassan-- memutuskan untuk meninggalkan rumah orang tua Amir.

Kehidupan masa kecil yang menyenangkan bagi seorang Pashtun berakhir setelah Uni Soviet menginvasi Afghanistan. Amir dan Baba pindah ke Amerika Serikat dan meneruskan hidup mereka di sana. Bersama dengan orang-orang Afghanistan lainnya, hidup mereka jauh dari kemewahan. Tapi begitulah, rasa bersalah dan penyesalan terus mengikuti Amir.

Dalam perjalanan kembali ke Afghanistan, Amir menyaksikan Kabul yang dipenuhi reruntuhan dan kemiskinan. Berkuasanya Taliban ternyata juga tidak memberi kehidupan yang lebih baik bagi Afghanistan dan juga etnis Hazara. Etnis Hazara dibantai di Marza-i-Sharif. Ethnic cleansing oleh Taliban. Sebagian besar etnis Hazara adalah Muslim Syiah.

Bisakah menebus rasa bersalah akibat perbuatan "membalas air susu dengan air tuba"? The Kite Runner bercerita tentang hal ini, sambil bercerita tentang Afghanistan dan orang-orang Afghanistan. Menjadikan kisah Amir, Hassan, dan Baba, dan orang-orang di sekitar mereka, tertanam dengan kuat di benak saya. Mungkin karena Amir, Baba, Soraya--istri Amir--, adalah manusia-manusia biasa dengan segala kebaikan dan keburukan? Menjadikan saya meng-google Afghanistan, Taliban, Hazara, dan membuka atlas mencari letak Afghanistan dan kota-kotanya. The Kite Runner terus terngiang-ngiang di kepala.